Kisah Jayaniman menjadi Bupati Pacitan


Jayaniman, dalam Babad Pacitan Ia terkenal berani dan berkepribadian luhur, berkumis tebal dan mempunyai sepuluh anak. Ia merupakan keturunan Ki Buwana Keling, yaitu penguasa Buddha terakhir di Pacitan yang dikalahkan oleh para wali muslim. Pada saat sekarat, Ki Buwana Keling meramalkan bahwa keturunannya kelak akan menjadi penguasa di daerah ini.
Pada masa bupati Pacitan yang pertama. R. T. Setrawijaya, para ahli nujum memperingatkan bupati baru ini sebab dinastinya tidak akan bertahan lama karena Jayaniman kelak akan menjadi bupati di Pacitan. Tak tinggal diam, Setrawijaya memanggil Jayaniman dan menjadikannya modin dan guru agama di desa Tanjung. Hal ini dilakukan untuk menjauhkan Jayaniman dari politik.
Namun rencana ini gagal pada masa penjajahan Inggris (1811-1816), daerah Pacitan disewakan untuk pertahanan dan perdagangan. Pihak Inggris ditemani Pangeran Mangkunegara pergi ke Pacitan. Kedatangan mereka membuat bupati Pacitan saat itu, RadenTumenggung Setrawijaya panik karena mengira mereka datang bersama tentara VOC untuk menaklukkan Pacitan. Ia bersama pengikutnya lalu meninggalkan kota.
Pada saat Inggris dan Pangeran Mangkunegara sampai di Pacitan, modin Jayaniman muncul di hadapan Inggris dan memberikan keterangan dengan sopan dan jelas sehingga ia diangkat menjadi ngabehi di Arjowinangun dan dijuluki Pancagama.Setelah Belanda kembali menguasai Pacitan pada 1816, Pancagama diangkat sebagai bupati Pacitan dengan gelar Mas Tumenggung Jagakarya setelah menawarkan diri untuk menggerakkan rakyat menanam kopi dalam jumlah lebih dari seratus pohon. Hal ini berbeda dengan Bupati Setrawijaya yang hanya menawarkan penanaman 25 pohon kopi oleh rakyat. Tak ada perlawanan dari Bupati Setrawijaya. Sehingga pada akhirnya Jayaniman menjadi bupati dan dimulailah penanaman kopi dan lada di Pacitan.



Sumber:

Madiun dalam Kemelut Sejarah 

Babade Nagara Patjitan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Babat Alas & Asal Mula Pemukiman di Pacitan

Gunung Patuha : Kisah Bujangga Manik Hingga Ekspedisi Junghuhn

Cerita Pantai Ngobaran : Nyi Roro Kidul masuk Islam?