Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

Kisah Jayaniman menjadi Bupati Pacitan

Gambar
Jayaniman, dalam Babad Pacitan Ia terkenal berani dan berkepribadian luhur, berkumis tebal dan mempunyai sepuluh anak. Ia merupakan keturunan Ki Buwana Keling, yaitu penguasa Buddha terakhir di Pacitan yang dikalahkan oleh para wali muslim. Pada saat sekarat, Ki Buwana Keling meramalkan bahwa keturunannya kelak akan menjadi penguasa di daerah ini. Pada masa bupati Pacitan yang pertama. R. T. Setrawijaya, para ahli nujum memperingatkan bupati baru ini sebab dinastinya tidak akan bertahan lama karena Jayaniman kelak akan menjadi bupati di Pacitan. Tak tinggal diam, Setrawijaya memanggil Jayaniman dan menjadikannya modin dan guru agama di desa Tanjung. Hal ini dilakukan untuk menjauhkan Jayaniman dari politik. Namun rencana ini gagal pada masa penjajahan Inggris (1811-1816), daerah Pacitan disewakan untuk pertahanan dan perdagangan. Pihak Inggris ditemani Pangeran Mangkunegara pergi ke Pacitan. Kedatangan mereka membuat bupati Pacitan saat itu, RadenTumenggung Setrawijaya panik karen...

Pacitan saat Perang Diponegoro

Gambar
  Perang Diponegoro atau Perang Jawa merupakan perang besar yang terjadi pada tahun 1825-1830, perang ini disebabkan oleh ketidakpuasan di semua kalangan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah Belanda di bidang politik dan ekonomi. Sesuai namanya, Perang ini dipimpin oleh Pangeran Diponegoro dan menjadi perang terbesar dan terakhir yang dihadapi Belanda di Jawa. Ketika berita terjadinya perang sampai di Pacitan pada 1825. Bupati Jagakarya I pergi ke Yogyakarta untuk bertemu Patih Danureja untuk mengatur agar putra ketiganya diangkat  menjadi penggantinya kelak. Sebagai imbalan, Bupati Jagakarya I akan memberi dukungan untuk melawan pasukan Diponegoro.  Namun putra tertuanya ternyata sudah mempengaruhi Patih Yogyakarta terlebih dahulu untuk mengangkatnya sebagai bupati dengan gelar Mas Tumenggung Jayanagara.  Dalam Babad Pacitan diceritakan,  Pacitan mulai bergejolak.  Seorang guru,  Kyai Bagor bergabung dengan Diponegoro. Kemudian Kepala Desa Gedanga...