Cerita Pantai Ngobaran : Nyi Roro Kidul masuk Islam?
Diapit oleh tebing-tebing karang yang mempesona, dengan pasir yang putih bersih dan biota laut yang dapat dilihat dari cekungan karang saat air laut surut. Begitulah kira-kira gambaran Pantai Ngobaran di Desa Kanigoro, Gunung Kidul, DI Yogyakarta. Keunikan pantai ini terletak pada adanya pura dan mushola yang cukup unik dan mungkin hanya ada satu di dunia. kira-kira keunikan apakah itu?
Cerita ini bermula pada November 2023. Teman kuliahku mengajaku untuk berwisata kepantai di Gunung Kidul. Aku yang pada dasarnya besar di Pacitan sudah cukup kenyang berwisata kepantai. Namun, ajakan tersebut kuiyakan, sekalian "hiling" kalau kata anak muda. Lumayan untuk mengisi minggu tenang UAS. Kami berangkat jam 6 pagi dan tiba disana pukul 09.30. Mataku langsung terfokus pada bangunan pura disana. Ternyata pantai ini ada hubungannya dengan kisah Prabu Brawijaya, raja terakhir Majapahit.
Aku yang penasaran akhirnya googling. Ternyata nama Ngobaran berasal dari cerita pelarian Prabu Brawijaya yang tiba di pantai ini dan menemui jalan buntu, akibat dikejar oleh utusan Raden Patah dari Demak. Akhirnya Raja Brawijaya memutuskan untuk melakukan upacara moksa, yaitu dengan cara membakar diri ,dengan api yang besar, karena api yang untuk bakar diri itu sampai berkobarkobar, sehingga tempat itu dinamakan Pantai Ngobaran. Cerita moksa ini ada dibeberapa tempat dipulau Jawa. Seperti di Candi Sukuh dan Candi Kethek di gunung Lawu yang pernah saya kunjungi.Terlihat dari foto lama, area pura ini sebenarnya baru dibangun. Selain sebagai sarana peribadatan dan ziarah, juga untuk mendongkrak sektor pariwisata.
Saat kami berjalan kaki dan menuruni turunan. terdapat bangunan mirip mushola. Bangunan tersebut terlihat kurang terawat. Anehnya, terdapat seperti mihrab yang tidak menghadap kearah kiblat, melainkan menghadap laut selatan. Bangunan tersebut beralaskan pasir pantai yang halus. Saya sangat penasaran mengenai cerita dibalik bangunan tersebut. Kami kemudian turun dan bermain dipantai sepuasnya. Saat pulang dan berada dikos, rasa penasaranku belum hilang mengnai bangunan tersebut. Saya mencoba googling dan mendapatkan sebuah jurnal yang menarik.
KH. Ibnu Hajar Pranolo lahir di Pekalongan pada 28 Desember 1942 dan besar di Purworejo. Beliau kemudian menetap di Gunung Kidul. Beliaulah yang mendirikan Mushola tersebut. Mushola tersebut dipercaya merupakan gerbang untuk memasuki Keraton Kerajaan Pantai Selatan. Dipercaya juga tempat tersebut menjadi pertemuan gaib antara KH.Ibnu Hajar dengan Kanjeng Ratu Kidul. Walaupun mihrabnya menghadap selatan, tetap arah kiblatnya kearah barat. Bermakna agar jangan terpancing oleh suatu bentuk namun kita juga harus melihat maknanya.
Kondisi masyarakat setempat saat kedatangan KH. Ibnu Hajar bisa dibilang sangat jauh dari pendidikan agama. Bahkan belum mengenal Islam. Masyarakat setempat sering melakukan upacara larung untuk menghormati Kanjeng Ratu Kidul. Lantas, bagaimana proses Islamisasi bisa terjadi?
Diceritakan juga bahwa saat KH. Ibnu Hajar berusia 61 setelah naik haji. Nyi Roro Kidul masuk Islam dan disyahadat oleh beliau setelah memohon. Kanjeng Ratu Kidul mengikuti KH. Ibnu Hajar ketika menunaikan ibadah haji pada tahun 2016. Pada waktu itu ada sekitar 63 jin yang mengikuti KH. Ibnu Hajar untuk mengikuti ibadah haji, diantaranya Kanjeng Ratu Kidul yang berjumlah sembilan. Setelah penguasa Laut Selatan dan Laut Utara memeluk Islam, banyak jin-jin yang kecil-kecil mengikuti Kanjeng Ratu Kidul untuk masuk Islam. Hal ini menjadikan bertambahnya golongan jin yang masuk Islam. Menurut KH. Ibnu Hajar, Ratu Kidul tersebut merupakan tokoh yang benar di zamannya dan termasuk dari golongan jin yang taat.Nyi Roro Kidul dulunya ada yang berasal dari manusia, tetapi karena ikut agama Hindu akhirnya mengikuti jin. Letak geografis Pulau Jawa yang jauh dari Nabi dan Rasul, menjadikan penduduk Jawa pada waktu itu belum mengenal syariat.
Hikmah dari cerita ini bukan antara benar dan salah ataupun kebenaran ceritanya. Menurut Mohammad Ulyan dalam tesis berjudul " Dekontruksi Mitos Kanjeng Ratu Kidul dalam Pendidikan Akidah Perspektif KH. Ibnu Hajar Sholeh Pranolo" KH. Ibnu Hajar merombak gagasan tentang Kanjeng Ratu Kidul yang selama ini dianggap seperti dewa dan seolah mengalahkan peran Tuhan menjadi sesuai dengan landasan tauhid. Bagaimanapun Kanjeng Ratu Kidul merupakan makhluk Allah yang berasal dari golongan jin. KH. Ibnu Hajar tidak menolak atau menghilangkan keberadaan Kanjeng Ratu Kidul namun melakukan akulturasi antara kepercayaan setempat dan agama. Demikian Cerita dari saya, Terima kasih ๐๐๐ Sumber: https://www.google.com/urlsa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&ua ct=8&ved=2ahUKEwik607Rm8aCAxXXyzgGHat9CVEQ FnoECBEQAQ&url=https%3A%2F%2Frepository.uinsaizu.ac.id%2F3825%2F1%2FULYAN_DEKONSTRUKSI%2 520MITOS%2520KANJENG%2520RATU% 2520KIDUL. pdf&usg=AOvVaw3GiLQQI21_D6XXbphPgFe&opi=89978449 https://www.kompasiana.com/1950wien/5791b49fb1 92734210953661/keindahan-dan-mistis-dari-pantai- ngobaran-dan-misteri-dng-prabu-brawijaya-v-dari- majapahit

Komentar
Posting Komentar